Alasan Sebaiknya Wanita Bekerja Sendiri: Paling tidak, bisa Beli Skincare! Tanpa mengandalkan Suami

Salah satunya paling tidak bisa buat beli skincare sendiri ketimbang merengek ke pasangan, banyak alasan kenapa wanita sebaiknya bekerja atau punya usaha sendiri.  Disclaimer terlebih dahulu. Tulisan ini tidak dimaksudkan untuk memperbanyak pria bapak rumah tangga yang kini mulai menjamur.

Fenomena bapak rumah tangga terutama di kota-kota besar dalam tiga tahun terakhir setidaknya mengalami peningkatan. Ya mau bagaimana lagi saat pandemi Covid-19 banyak perusahaan yang mem-PHK karyawan.

Untung-untung Istri Punya Pekerjaan!

Banyak kepala rumah tangga yang akhirnya tidak bekerja. Sekalinya memutuskan untuk kembali mencari kerja, eh lowongannya tidak ada. Kalaupun ada pasti untuk fresh graduate, usia maksimal 23 tahun, good looking, dan punya orang dalem. Ups!

Untungnya sang istri masih punya pekerjaan atau usaha sendiri yang tak terdampak pandemi. Daripada capek-capek mencari kerja yang belum tentu keterima, lebih enak di rumah walau harus mengasuh anak atau bersih-bersih.

Ironisnya atau mungkin lebih tepat sialnya, lama-lama para bapak itu malah asyik jadi orang rumahan dan malas bekerja. Di satu sisi, mereka masih menanggap diri sebagai kepala rumah tangga alias raja kecil. Padahal raja mana yang kerjanya tidur sampai siang, bangun mainin burung?

Untuk yang Punya Suami Bekerja

Lantas bagaimana bagi yang punya suami bekerja? Apakah masih harus punya kerjaan atau menikmati hidup sebagai ibu rumah tangga. Semua tentu punya pilihan masing-masing. Tapi di zaman serba tidak menentu seperti sekarang sebaiknya bekerja.

Seorang istri atau ibu rasanya sudah tidak tabu lagi jika memilih untuk tak lagi jadi ibu rumah tangga full time. Ini bukan lagi soal perkara beli skincare, kosmetik, atau daster kekinian sendiri, banyak alasan alangkah baiknya jadi wanita karir.

Baca Juga  Ciri-ciri Cinta. Kenali Lebih Dalam!

Memangnya jika tidak bekerja gelar sarjana atau gelar apapun yang didapat dari kuliah bakalan mubazir? Bisa iya. Bisa tidak. Disebut iya karena coba kita balik ke beberapa tahun lalu saat bilang ke orang tua akan berkuliah.

Bekerja, agar Gelar Sarjana tidak Mubadzir

Meminta kuliah padahal tahu bahwa kondisi bapak dan ibu seperti apa. Kadang untuk makan pun susah. Bahkan untuk menguliahkan anaknya sampai harus menjual emas, sawah, motor, atau bahkan berhutang dalam jumlah besar.

Omong kosong rasanya jika orang tua melakukan itu semua jika tidak berharap suatu saat anaknya setelah lulus kuliah bisa mendapatkan pekerjaan. Pasti mereka ingin anaknya, termasuk itu anak perempuan untuk bisa dapat hidup yang lebih baik?

Lagi-lagi berbicara pasca pandemic Covid-19. Berdasarkan data yang dihimpun Badan Pusat Statistik (BPS) sebanyak 15.157 kasus perceraian terjadi di DKI Jakarta. Apa penyebab paling dominan? Pertengkaran dan perselisihan.

Modal “Seandainya Pasangan Memilih Pisah”

Pertengkaran dan perselisihan terjadi tentu banyak faktor penyebabnya. Namun pada intinya satu. Tidak menguntungkan bagi pihak istri. Jika perceraian terjadi sudah pasti istri kehilangan uang bulanan dari suami.

Tentu cerai bukanlah sesuatu yang semua pasangan kehendaki. Namun begitu semua hal di dunia ini bisa terjadi tanpa pernah diduga. Sebelum (amit-amit) bercerai dengan pasangan, lebih baik memiliki pekerjaan sendiri.

Life must go on. Dengan atau tanpa pasangan, hidup seorang wanita harus terus berlanjut. Termasuk untuk urusan kebutuhan makan, belanja, beli skincare dan segalam macam perintilannya yang hanya bisa didapat kalau punya gaji.

Jadi, jika kamu para istri saat ini terjebak dalam rumah tangga yang suaminya dalam kondisi seperti disebutkan di atas sebaiknya bekerja. Bagi yang sudah punya kerjaan tetap, pertahankan. Apabila belum bekerja cobalah untuk mulai mencari.

Baca Juga  Tanda Pasangan bisa Dipercaya

Penulis: Lukman A. (Talhah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *