Hmm… Banyak Anak, Banyak Rezeki Sudah tidak Related di Zaman Sekarang

Anak adalah anugerah terindah dari Tuhan. Kehadirannya di tengah-tengah kita membuat rumah terasa ramai dan hangat. Pasangan yang saling mencintai tak perlu lagi kesepian jika salah satu pergi kerja atau keperluan lain.

Beberapa pasangan bahkan menginginkan langsung punya anak di usia satu tahun pernikahan. Salah satu alasannya adalah agar di saat momen kumpul keluarga besar, tidak ada mulut saudara yang kepo, “kok belum gendong dede bayi?”

Seberapa Penting Punya Anak?

Pertanyaan di atas tentu punya jawaban yang berbeda-beda. Pasti ada yang menjawab jika punya anak sangat penting karena lama mendambakan momongan atau bisa juga penting sebagai bukti bahwa seorang pria benar-benar jantan.

Tapi mungkin buat sebagian lainnya memiliki anak tidak begitu penting. Pernah dengar dong heboh childfree yang dimulai dari pernyataan salah satu selebgram Tanah Air beberapa waktu lalu? Tak ada yang salah.

Bagi sebagian orang yang ingin mengejar karir, pendidikan, atau bahkan ingin menikmati hidup selamanya bareng pasangan kehadiran anak dianggap tidak perlu. Berat lho mengasuh anak saat kamu ngejar S2 atau mengejar KRL agar tidak terlambat ke kantor.

Setiap Anak ada Rezekinya, Kata Orang Tua

Kamu atau pasanganmun mungkin memiliki banyak saudara kandung. Bisa lebih dari dua, atau bahkan ada yang lebih dari 8. Pernah terpikir ‘kok kenapa ya orang tua kita anaknya bisa banyak begitu?’ Ya karena istilah banyak anak banyak rezeki.

Orang tua kita dulu beranggapan jika kehadiran seorang anak otomatis kehadiran rezeki pula. Karena kan setiap manusia di muka bumi ini ada rezekinya. Maka tak heran, dalam satu setengah atau dua tahun si istri bisa dua kali melahirkan.

Baca Juga  Ada Jiwa yang Tersakiti, Demi Senangkan Ibu Rumah Tangga

Orang tua kita pasti siap menghidupi banyak anak dalam waktu bersamaan karena mereka masih muda dan sehat, tingkat stress rendah, dan harga barang-barang masih terjangkau. Punya anak umur 2 tahun sedangkan kakak-kakanya masih SD tentu bukan perkara sulit.

Banyak Anak (tak melulu) Banyak Rezeki

Tanpa bermaksud mengundang perdebatan, rasanya istilah banyak anak, banyak rezeki saat ini sudah tak berlalu lagi. Lho kenapa? Apa yang dialami orang tua kita puluhan tahun lalu, sulit untuk bisa kita alami lagi sekarang.

Harga barang-barang semakin hari semakin naik, tanpa bermaksud mengecualikan pertolongan Tuhan, mustahil memiliki lebih dari 5 anak jika UMR sang kepala rumah tangga hanya Rp3 juta. Tentu tak ingin bukan mie instan terus-terusan jadi santapan sehari-hari?

Belum lagi stres karena kerjaan. Dengan banyaknya tekanan di kantor tak jarang mendengar kasus KDRT yang dialami oleh anak dan istri. Sama seperti pasangan, anak kita juga bukan samsak tinju.

Anak Butuh yang Terbaik, Tak Cuma Soal Makanan tapi Juga Kasih Sayang

Anak bukan bukti jika pasangan tokcer. Bukan. Anak adalah titipan Tuhan yang Maha Penyayang. Seorang anak dititipkan pada satu pasangan, agar pasangan itu bisa menjadi pribadi yang pengasih dan juga penyayang.

Memberi anak makanan enak hingga menyekolahkan di sekolah elit bukan kasih sayang sebenarnya. Ya benar mereka butuh makan dan sekolah, namun lebih dari itu anak butuh perhatian dari orang tua yang selalu ada di rumah.

Memberi kasih sayang ke anak di era sekarang akan sulit dilakukan jika memiliki buah hati lebih dari dua. Karena semencoba apapun orang tua untuk adil, akan ada yang terpinggirkan. Hmm… Jadi tak perlu nambah ya, sayang?

Baca Juga  Arti Mencintai dan Dicintai

Penulis: Lukman A. (Talhah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *