Apa itu Setia? Cek Cara Mempertahankan Kesetiaan

Dalam sebuah ikatan suami-istri, perasaan cinta bisa saja menggebu-gebu di bulan-bulan pertama pernikahan. Namun, pengalaman mengatakan ternyata cinta tersebut bisa redup dan membuat pernikahan hambar.

Maka dari itu, kesetiaan sangat dibutuhkan pada saat-saat tersebut. Memangnya, apa itu setia? Artikel ini akan membahas pengertian setia dan bagaimana cara mempertahankannya. Topik ini penting sekali mengingat kasus perselingkuhan hingga perceraian semakin lama semakin tinggi.

Apa itu Setia?

Dalam sebuah hubungan, setia adalah ketika seseorang berpegang teguh pada janji yang sudah ia katakan kepada pasangan apapun yang terjadi. Kesetiaan bukanlah perkara mudah. Maka tidak heran jika banyak kasus pernikahan yang gagal, baik yang masih seumur jagung atau yang sudah beranak cucu.

Alasannya sangat beragam, mulai dari bosan hingga menemukan “orang lain” yang terlihat lebih cantik, tampan, kaya dan sebagainya. Apapun alasannya, mengkhianati pasangan merupakan tindakan yang tidak dapat dibenarkan dan bisa berujung masalah di kemudian hari.

Setia juga bukan sekadar tindakan yang terlihat, namun juga pikiran yang seringkali tidak dapat diketahui orang lain. Bisa saja seseorang tetap menjalankan pernikahan dengan pasangannya, namun dalam pikirannya ia sedang menginginkan orang lain.

Nah, meskipun mempertahankan kesetiaan bisa saja sangat sulit, namun hal tersebut bukan tidak mungkin. Ada banyak cerita pasangan yang tetap setia hingga akhir hayat. Nah, berikut ini adalah sederet cara mempertahankan perasaan cinta dan kesetiaan terhadap pasangan.

Cara Mempertahankan Kesetiaan

1. Mensyukuri Bentuk Tubuh Pasangan

Bukan hal yang mengherankan jika seiring berjalannya waktu, tubuh pasangan mengalami perubahan. Misalnya, waktu awal pernikahan bisa jadi suami memiliki tubuh yang atletis. Namun pada tahun kedua pernikahan, perutnya semakin buncit dan membuatnya tampak seperti orang lain.

Baca Juga  Membangun Hubungan yang Tangguh di Tengah Tekanan Karier

Begitu pula tubuh istri yang bisa saja terlihat ideal pada masa awal pernikahan, namun setelah melahirkan tubuhnya jadi lebih gemuk. Perubahan semacam itu bisa saja menurunkan kadar kesetiaan, namun dengan mensyukuri bentuk tubuh pasangan, kesetiaan bisa dijaga.

2. Meluangkan Banyak Waktu Bersama

Kebersamaan tidak hanya sekedar berada di ruangan yang sama, namun juga sambil menjalin komunikasi satu sama lain. Mengapa ini penting? Karena pada faktanya, kehadiran gadget dan alat elektronik lainnya bisa membuat pasangan yang dalam satu ruangan seperti berada di dunianya masing-masing.

Hasilnya, kelihatannya mereka bersama namun sebenarnya tidak. Maka dari itu, sering-seringlah meletakan gadget jika tidak ada urusan penting. Selanjutnya, perbanyak waktu mengobrol satu sama lain sehingga perasaan cinta bisa terus terjaga.

3. Menghargai Perasaan Pasangan

Pernikahan adalah menyatukan dua insan yang berbeda, tidak hanya berbeda kelamin namun juga perasaan, pola pikir dan hal-hal yang membuat cemburu. Maka dari itu, cobalah bicarakan tindakan atau perkataan apa yang bisa membuat pasangan cemburu.

Diskusikan hal ini pada waktu santai sehingga obrolan menjadi hangat dan menyenangkan. Dengan menghargai perasaan satu sama lain, perasaan cinta dan kesetiaan bisa terus terjaga bahkan meningkat. Karena dari itu, tetap pertahankan!

4. Selalu Menguatkan saat Senang dan Susah

Dalam sebuah pernikahan, tidak mungkin jika keadaannya selalu senang. Ada banyak sekali kejadian yang tidak terduga yang bisa mengundang masa-masa sulit. Seperti misalnya, suami terkena PHK, istri sakit, biaya sekolah anak yang meningkat dan lainnya.

Pada masa-masa sulit tersebut, setiap pihak harus menguatkan satu sama lain dan saling mendukung. Jangan biarkan pasangan merasa sendiri sehingga menambah beban pikirannya. Dengan terus saling menguatkan, ikatan cinta bisa tetap kuat.

Baca Juga  Untuk Hati yang Tetap Setia, Ada Waktunya Kembali ke Pemiliknya

Itulah artikel dari kami mengenai pengertian setia dan cara mempertahankannya. Semoga artikel ini membantu Anda dan pasangan mempertahankan kesetiaan kalian masing-masing sehingga hubungan tetap terjaga.

Penulis: Luthfi Anggoro Wibowo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *