Tujuan Pernikahan dalam Masyarakat Indonesia

Ketika dua insan memutuskan untuk melanjutkan hubungan mereka dari pacaran ke jenjang yang lebih serius tentu yang pertama harus keduanya tahu apa tujuan dari pernikahan itu sendiri. Menikah perkara gampang dan murah. Tinggal datang ke kantor urusan agama.

Setiap insan di bumi ini pasti ingin memiliki pasangan hidup. Seseorang yang akan selalu menemani dalam setiap keadaan. Baik suka maupun duka hingga selalu memberi motivasi. Salah satu cara untuk mewujudkan itu adalah menikah.

Menikah agar tak jadi Bahan Ghibah

Sukar dipercaya namun siapa sangka ternyata ada. Di masa sekarang yang tingkat penasaran sangat tinggi, ada yang menikah  supaya tidak menjadi bahan omongan tetangga dan keluarga. Apalagi misalnya di momen hari raya seperti lebaran.

Memang tidak ada masalah menikah dengan maksud agar tak lagi jadi bahan gunjingan tetangga ataupun keluarga sendiri. Namun menikah yang seperti itu bukanlah sesuatu yang bisa dijadikan dalil pembenaran. Menikah dengan ‘campur tangan’ orang lain jelas tidak menyenangkan.

Tujuan pernikahan sudah seharusnya dikembalikan kepada diri sendiri dan pasangan. Maka dari itu penting sebelum menentukan hari H dan memesan katering hingga gedung, calon suami-istri berbicara empat mata. Meneguhkan hati kembali tentang arti dan tujuan pernikahan ke depannya.

Daftar 3 Tujuan Pernikahan di Masyarakat Indonesia

Hubungan apapun antar sesama manusia, pasti akan menemukan masalah. Mustahil jika tidak ada permasalahan dalam rumah tangga. Maka di sini perlunya pasangan suami istri tahu apa tujuan pernikahan.

Menikah bagi sebagian besar masyarakat Indonesia adalah hal yang wajib. Tinggal bersama antara perempuan dan laki-laki tanpa ikatan pernikahan dianggap tabu bahkan berdosa. Sudah sejak lama sesepuh percaya bahwa pernikahan adalah ibadah.

Baca Juga  Bagaimana Cintamu dengan Dia? 7 Cara Mempertahankan Cinta!

Maka berikut ini adalah daftar 3 tujuan pernikahan di masyarakat Indonesia yang perlu bersama-sama ketahui. Bukan semata-mata hindari gibahan tetangga ataupun urusan menyalurkan hasrat biologis:

1.Wujud cinta dan komitmen

Seperti sudah disinggung sebelumnya jika tujuan dari pernikahan adalah sebagai perwujudan cinta dan komitmen. Bagi laki-laki mudah untuk mengatakan cinta, tapi untuk berkomitmen jelas sulit.

Maka lewat jalur pernikahan inilah seorang lelaki akan menjadi gentleman ketika dirinya memutuskan berkomitmen dalam satu hubungan seumur hidup dengan pasangannya. Jadi jangan mau hanya diberi janji cinta saja.

2. Memiliki keturunan

Tidak bisa dipungkiri jika manusia perlu melampiaskan hasrat seksual. Supaya tidak menjadi penyakit dan agar jadi sesuatu yang dilindungi norma, perlu adanya lembaga yang menaungi pernikahan. Melalui jalur inilah dua orang bisa saling mencinta dan mempunyai keturunan tanpa pandangan negatif.

Meski pada akhirnya nanti pernikahan tak menghasilkan keturunan, bukan berarti tujuan pernikahan pasangan gugur. Menikah tetaplah menjadi hubungan sakral, baik dari konteks norma sosial maupun pandangan agama.

3. Menyempurnakan ibadah

Dalam ajaran Islam, dengan menikah, seseorang telah menyempurnakan agamanya. Pada ajaran agama lain juga diatur dan dijelaskan bagaimana pentingnya sebuah pernikahan. Semua sepakat bahwa menikah memberi nilai dan pencerahan spiritual.

Dengan berlandaska ibadah atau nilai-nilai agama tadi, maka sudah seharusnya yang memisahkan suatu ikatan pernikahan adalah maut. Meski tidak ada yang salah dari perceraian, namun hal itu jelas bukan sesuatu yang disukai Tuhan Maha Penayanyang.

Itulah tadi 3 tujuan pernikahan dalam masyarkat Indonesia. Bagi yang akan melangsungkan pernikahan, selamat menempuh hidup baru.

Penulis: Lukman A. (Talhah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *