Pada awal-awal pernikahan, sangat wajar jika pasangan sedang dalam masa-masa berbunga. Hal tersebut membuat mereka terbawa suasana romantis yang menghangatkan suasana keluarga. Namun, ketika sudah berjalan lama, bisa jadi pernikahan menjadi sesuatu yang membosankan.
Kondisi tersebut bisa memicu perselingkuhan yang nantinya berujung pada sederet dampak negatif yang ditimbulkan. Salah satu cobaan, yang dianggap paling berat, dan belum tentu semuanya bisa mengatasi atau menerimanya, adalah selingkuh.
Lantas, apa saja dampak negatif perselingkuhan yang bisa saja terjadi?
Dampak Negatif Perselingkuhan
1. Kepercayaan Menipis
Baik laki-laki maupun perempuan dapat berpotensi menjadi pelaku perselingkuhan. Jika tindakan tersebut diketahui pasangannya, hal itu bisa mengikis rasa percaya dari pasangan mereka. Apalagi, jika dilakukan secara berulang-ulang, maka kepercayaan akan menipis, dan bahkan hilang.
Perasaan itu terjadi karena rasa percaya mereka seolah dikhianati dan terasa percuma. Jadi, ketika pelaku perselingkuhan meminta maaf dan berjanji untuk tidak mengulanginya lagi, kata-kata tersebut terasa seperti sebuah tipuan.
2. Hubungan Terganggu
Sangat wajar jika seorang korban perselingkuhan memiliki trauma psikologis yang memengaruhi kewaspadaan mereka terhadap pasangan yang baru ketahuan selingkuh. Mereka jadi lebih berhati-hati dan sering merasa curiga terhadap pasangannya.
Sehingga hal ini sangat memengaruhi hubungan sampai bertahun-tahun kemudian. Tentu saja, hubungan yang disertai kewaspadaan membuat bahtera rumah tangga goyah dan mengikis perasaan cinta dari pihak korban.
3. Sering Bertengkar
Pengkhianatan membuat perasaan marah seseorang dan perasaan tersebut bisa bertahan dalam waktu yang cukup lama. Dan hal ini bisa mengundang ledakan emosi yang tak terkendali, baik disengaja maupun tidak. Karena, perselingkuhan bisa memberikan trauma psikologis dan bisa bertahan sangat lama.
Selanjutnya, jika ledakan emosi tersebut muncul bisa membuat si mantan pelaku merasa tidak nyaman dan akhirnya menimbulkan pertengkaran. Pertengkaran yang terjadi, pasti merugikan korban perselingkuhan, karena harus bertengkar dengan orang yang salah.
4. Dihukum dengan Perasaan Bersalah
Perselingkuhan tidak hanya memberikan dampak negatif bagi korbannya, bahkan si pelaku juga akan merasakan dampak negatifnya. Ya, sekalipun ia sudah benar-benar bertobat dan tidak mengulanginya lagi, si pelaku akan dirundung perasaan bersalah seumur hidupnya.
Perasaan tersebut akan semakin parah ketika pasangannya secara sengaja atau tidak sengaja mengungkit perbuatan buruknya tersebut. Jadi, lebih baik sudahi saja daripada kamu nanti membuat kesalahan yang sama. Lebih baik berbenah diri, sampai nanti siap menerima yang baru tanpa selingkuh.
5. Pasangan Mengancam untuk Balas Dendam
Anda tentu tidak asing dengan perbuatan balas dendam. Perbuatan tersebut dikatakan sebagai obat dari rasa sakit. Hal ini juga bisa berlaku dalam kasus perselingkuhan. Si korban bisa mengancam pasangannya untuk melakukan pembalasan.
Hal ini, untuk membuat perasaan sakitnya menjadi lebih reda atau sekedar memberi efek jera pada pelaku. Balas dendam tersebut bisa berupa serangan fisik, mengumbar aib hingga melakukan perselingkuhan juga. Nah, ini tidak baik yah! setidaknya hindari perilaku ini.
6. Perceraian
Ya, perceraian menjadi dampak yang paling banyak dirasakan oleh korban dan pelaku perselingkuhan. Ada kalanya, perceraian dituntut oleh si korban karena merasa terlalu sakit dan enggan memaafkan. Di lain kasus, si pelaku juga bisa menuntut perceraian setelah perbuatannya diketahui.
Walaupun si korban mau memaafkan, apapun yang terjadi, perceraian menjadi akhir sebuah hubungan yang membuat beberapa pihak sakit hati. Pastinya, dari sini jangan sampai menjadi orang tua yang tidak memikirkan anak kedepannya. Kita tidak bisa egois seperti masa lajang dulu.
7. Melahirkan Anak Broken Home
Jika sebuah pasangan sudah memiliki anak dengan kemampuan berpikir yang baik, perceraian bisa memberi dampak negatif bagi psikologis si anak. Anak tersebut akan merasa sedih, minder dan bahkan sampai kecil hati ketika melihat teman-teman sebayanya memiliki orang tua yang harmonis.
Dan ketika ia sudah beranjak dewasa, seorang anak broken home bisa enggan menikah karena berpikir bahwa pasangannya nanti akan berkhianat juga seperti salah satu orang tuanya. Itulah sederet dampak negatif perselingkuhan yang sangat serius.
Dengan begitu, potensi perselingkuhan bisa dicegah dan tidak menimbulkan dampak buruk yang tentu tidak diinginkan.
Penulis: Luthfi Anggoro Wibowo