Arti Cinta dalam Psikologi

Arti cinta menurut setiap orang berbeda dan disiplin ilmu berbeda tergantung perspektifnya bagaimana. Cinta pastinya dimiliki setiap orang dan dari sini interaksi dengan manusia beragam, tergantung kebutuhannya. Salah satunya, pasti bisa kita lihat dalam ilmu psikologis.

Secara ilmiah atau disiplin ilmu lain seperti psikologi, arti cinta memiliki pengertian sendiri. Secara agama, arti cinta juga ada makna sendiri dalam hal itu. Pastinya, cinta adalah hak semua insan untuk merasakannya. Arti cinta memang absurd, tergantung yang merasakannya.

Untuk itu, mari kita bahas secara psikologis.

Terlihat dari Karakter Orang

Secara psikologis, arti cinta sendiri bisa dilihat dari karakteristik orang tersebut. Maksudnya adalah, cinta bersifat subjektif sehingga memang ada perbedaan pendapat antara orang satu dengan orang lain. Makna per orang pastinya tidak selaras, tapi hampir mirip saja.

Terdapat ciri-ciri yang bisa dideteksi apakah seseorang itu sedang jatuh cinta lebih ke aksi atau perlakuan yang diberikan. Bisa dimulai dari selalu ingat akan orang yang ia cinta, mengagumi secara fisik maupun inner beauty, terbayang selalu akan yang ia lakukan, dan lain-lain.

Setiap cinta, pasti ada pengorbanan entah dalam hal sakit atau bahagia. Negatifnya, sampai ada yang mengorbankan demi kepentingan diri sendiri atau orang yang dicinta saja ke dalam hal negatif. Pengorbanan tidak akan terasa kalau diberikan kepada orang yang tepat.

Cinta menjadi Topik Pembahasan yang tidak Pernah Habis

Umumnya, cinta memang membuat gairah seks meningkat seperti ingin bertemu selalu dan ingin mempunyai kontrol fisik dengannya. Salah satu kebutuhan manusia ini, memasuki peringkat ke tiga dari 5 kebutuhan manusia lainnya.

Berdasarkan ilmu Psikologi, ada 3 jenis perasaan cinta (Triangular Theory of Love) yang dicetuskan oleh Sternberg diantaranya:

Baca Juga  Mencintai Seseorang di Saat Tak Terduga atau di Masa-masa Tersulit

1. Intimacy (Intimasi), adalah perasaan yang berkaitan dengan adanya kedekatan dan ketertarikan secara intens terhadap orang yang dicintai. Perasaan tersebut mendorong seseorang untuk selalu melakukan beragam cara agar bisa dekat dengan orang yang dicintai.

2. Passion (Gairah atau Minat), bisa bermakna gairah atau sebuah dorongan yang menimbulkan emosi secara kuat. Misalnya, berkeinginan melakukan kontak fisik.

3. Commitment (Komitmen), adalah sebuah perasaan yang berkaitan dengan kemantapan jiwa untuk selalu menjaga dan mempertahankan cinta.

Menurut Para Ahli

Menurut para ahli psikologi, berikut ini adalah arti cinta yang dikutip dari buku Kumpulan Tes Psikologi Cinta Terpopuler Karya Taufik Hidayat, diantaranya:

1. Menurut Elaine dan William Waster

Cinta adalah sesuatu yang memiliki keterlibatan mendalam. Keterlibatan tersebut diasosiasikan dengan munculnya rangsangan fisiologis yang begitu kuat.

2. Menurut Abraham Maslow

Cinta adalah sebuah proses aktualisasi diri, yang mana hal tersebut dapat membuat seseorang melahirkan beragam tindakan yang kreatif dan produktif. Orang yang jatuh cinta akan cenderung merasa senang dan bahagia ketika bisa menyenangkan orang yang dicintai.

3. Menurut Ashley Montagu

Cinta adalah perasaan menyukai, memperhatikan, dan menyayangi secara mendalam. Perasaan tersebut disertai dengan rasa rindu dan hasrat pada orang yang dicintai.

Itulah, definisi cinta secara psikologis maupun subjektif dari sudut pandang orang. Good Luck!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *