Ekspektasi dan Realita tentang Pernikahan

Dalam pernikahan, pasti ada hal yang tidak sesuai dengan ekspektasi sehingga kita perlu diskusi dulu dengan pasangan apa saja yang diperlukan dalam rumah tangga nantinya entah visi misi, apa yang tidak disuka, yang disuka, kepribadian masing-masing baik buruk maupun positif.

Semua perlu didiskusikan agar tidak kecewa terlalu sehingga saat nanti ada yang tidak sesuai ekspektasi maka itu tidak sampai banyak. Hal ini baik untuk dihindari atau diminimalisir dalam hal kekacauan yang bisa saja luar biasa atau diluar nalar.

Ingat, Setiap Orang Pasti Ingin Berekpektasi kepada Orang Lain

Dalam hal ini, konteksnya kepada calon pasangan yang mana dijadikannya pasangan hidup. Tidak menutup kemungkinan, kita mau mencari pasangan hidup yang semau, sevalue, dan siap untuk menikah. Karena dengan begini, kita tahu yang siap dalam menerjang kehidupan rumah tangga.

Tapi ingat, dalam rumah tangga nanti banyak ekspektasi yang tidak sesuai harapan jadi kuat-kuat mental saja. Siapkan diri, bahwa rumah tangga bukan tempat senang-senang saja, tetapi cobaan hidup, yang mana berbenah diri menuju kebaikan.

Namanya cobaan hidup pasti ada hasil dan hikmah yang didapat, hasilnya nanti adalah Surga bagi yang kuat dan lolos. Jadi tidak gampang mengarungi bahtera rumah tangga itu. Pernikahan terasa manis di awal-awal sudah pasti karena belum mengenal.

Tapi pastikan juga, jangan sampai dengan kekurangan pasanganmu membuat kamu berubah secara drastis sampai mau mengakhiri hubungan padahal kalau dipikir-pikir hal tersebut masih bisa diambil solusinya. Ingat, jangan terlalu berekspektasi kepada manusia, pastikan siapkan ruang kecewa.

Temukan Titik Temu antara Realita dan Ekspektasi

Tentukan batas-batas dan titik tengah dalam hal ekpektasi maupun realita. Dengan menemukan hal tersebut, maka kita akan menjamin tahu, bahwa semua hal pasti tidak akan berjalan dengan apa yang kita mau terlalu.

Baca Juga  Media Sosial dan Cemburu: Bagaimana Mengatasinya?

Ingat, pasangan hidup nantinya menjadi teman hidup yang mana menuju kebaikan. Jadi, jangan salah pilih dan tentukan mana pasangan hidup yang cocok dengan nilai diri kamu, kehidupanmu. Temukan kecocokan pada pasangan dan diri kita, agar tidak kecewa nantinya.

Ekspektasi dan realitas bisa berjalan saat pandangan kita akan kedua hal tersebut benar. Jadi, jangan berharap pada manusia intinya seperti itu. Seiring berjalannya waktu, kita akan menyadari bahwa pasangan kita ada yang tidak sesuai ekpektasi dan tidak seindah realita.

Solusinya adalah didiskusikan jika ada masalah dan saling terbuka, jujur, dengan perasaan masing-masing. Harus punya rasa legowo dan sabar diri dengan apa yang terjadi, jadi enak. Dari situ, akan temu titik ekspektasi dan realita yang mana bisa membuat hubungan awet.

Bisa Meninggalkan sebelum Menikah

Iya, maksudnya adalah sebelum menikah pasti ada diskusi dulu atau menemukan kecocokan pada masing-masing pasangan. Jika dirasa belum menemukan kecocokan atau ada hal red flag yang tidak bisa ditolerir maka lebih baik tidak melanjutkan ke tahap yang serius.

Alasan pertama untuk menikah dan memilih pasangan tersebut karena apa, itu mempengaruhi pemikiran kita dan sikap kita akan menikah itu seperti apa. Saat ekspektasi dan realita tidak menemukan titik tengah pada saat pengenalan, maka itu perlu dikhawatirkan atau dipertanyakan.

Ada hal unik yang bisa kita ambil kesimpulan dari seseorang, sesuatu yang berlebih itu tidak bagus. Seperti kita ekspektasi pada suatu hal, tapi kalau berlebihan atau tidak pada batasnya maka suatu hal tersebut buruk.

Misal, “Memiliki pasangan yang pekerja keras memang bagus. Tapi saat tidak bisa menempatkan diri yang mana pasangannya atau orang lain saat butuh tidak ada, maka hal tersebut bisa buruk atau tidak baik”.

Baca Juga  Cara Menyeimbangkan Hubungan dan Karier yang Sibuk

Cara Penyikapan

Cara penyikapan ekspektasi dan realita dalam hidup adalah dengan tegas mengatakan pada diri sendiri atau pasangan akan apa yang tidak disuka, disuka, dibutuhkan, dibenarkan. Sama-sama saling membelajarkan dan belajar. Cara penyampaian juga tidak dengan hal yang buruk.

Dilalui dengan penyampaian yang baik, jangan sampai menyakiti hati walaupun kita tidak tahu hati orang. Buat perbincangan atau diskusi secara nyaman, sehingga kiat-kiat komunikasi perlu kita pelajari agar tidak salah paham.  

Ada hal-hal yang perlu diperhatikan juga yaitu saat mengajak seseorang untuk berbicara, pastikan ekspresi sesuai dengan apa yang mau disampaikan agar tidak terjadi salah paham atau ketidakyakinan dari pendengar apa yang diomongkan.

Awalan diskusi juga mempengaruhi alur suasana dan apa jadinya perbincangan tersebut pada akhirnya. Awalan yang bagus dengan tidak langsung ke arah inti, juga dibilang bagus karena tidak semua karakter orang sama. Bagi tipe to-the-point juga perlu awalan yang bagus agar tidak langsung mengena ke yang sakit.

Perubahan saat Pasangan tidak sesuai Ekspektasi

Pasti ada perubahan dari diri kita yang pertama mulai dari ekpresi kaget, bingung, dan sedih, serta lain-lain yang pastinya semua itu berkaitan dengan emosi. Perubahan itu bisa dalam skala besar atau kecil. Jadi memang, semakin besar ekpektasi kita kalau tidak diimbangi dengan ruang kecewa, maka sakit sekali.

Skala perubahan kecil atau tidak dari kita atau pasangan, tergantung individu masing-masing dalam hal penyikapan maupun mental yang dipunya. Saat sudah belajar ilmu pernikahan sebelum menikah, maka hal itu bisa membantu sehingga kita tidak terlalu berekspektasi kepada manusia.

Jangan selalu menyalahkan pasangan atau orang lain. Kita perlu menyalahkan diri sendiri jika perlu dan terbukti salah. Jadi jika pasangan tidak sesuai ekspektasi, maka yang perlu dipertanyakan adalah dirimu sendiri, apakah kamu salah? Apakah ada yang perlu kamu evaluasi dari dirimu sendiri?

Baca Juga  Hubungan yang Sehat antara Pasangan dan Sahabat

Jadi perlu kita berkaca sebelum menjudge orang kenapa orang tersebut tidak sesuai dengan ekspektasi kita. Ingat, pandangan seseorang itu berbeda-beda tergantung pengalaman dan apa yang sudah didapat dalam hidup. Jadi pastikan belajar terus, belajar terus.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *