Untuk membuat pernikahan itu bahagia, perlu yang namanya upaya dan komitmen tidak ujug-ujug ada atau langsung hadir. Dari semua ini harus dilakukan oleh dua pihak, tidak bisa satu pihak saja yang ada rumpang. Ingat, tidak semua hubungan menjadi berkembang dan memiliki ikatan yang kuat.
Sehingga perlu diusahakan semua. Terdapat tanda, atau ciri-ciri pernikahan yang bahagia itu seperti apa. Hal ini menjadi petunjuk atau tolak ukur agar tahu tingkat kebahagiaan dalam pernikahan, dan harus disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing yah! Goal masing-masing!
1. Punya Kematangan Emosi dalam Pasangan
Jadi, setiap pasangan harus mempunyai kematangan dalam emosi dan tidak hanya pada satu pihak tetapi dua pihak! Harus bisa memanajemen emosi dengan baik, dalam hal apapun apalagi yang berkaitan dengan rumah tangga dan kehidupan bersama.
Karena saat ada tantangan dalam kehidupan, cobaan akan terasa bisa diatasi secara bijak. Konflik selalu ada dalam rumah tangga, sehingga persiapkan diri untuk melatih mental dan manajemen emosi kedepan. Saat manajemen emosi tidak bagus, maka rusaklah pernikahan.
2. Mempunyai Kerjasama yang Baik
Saat ada masalah, diharapkan kita bisa bekerja sama dengan baik. Karena itu masalah pribadi yang bisa jadi masalah bersama. Karena kita ketahui sendiri, kalau sudah nikah pasti masalah itu untuk berdua bukan untuk satu kebanyakan. Saat berkomunikasi dengan baik dan terbuka, maka semua bisa diatasi.
Sebagai pasangan kita juga harus bisa menjadi pendengar yang baik, agar clear masalah yang dihadapi itu seperti apa jadi tidak salah paham. Mencari solusi juga harus bersama dengan dirundingkan bersama. Pondasi kuat itu perlu dipertahankan.
3. Saling Menerima Kelebihan dan Kekurangan Masing-Masing
Saling menerima adalah kata kunci. Bukan hanya menerima kekurangannya saja, tapi juga kelebihannya. Jangan sampai kita terlalu berekspektasi kepada pasangan, karena pasangan kita juga manusia yang banyak salahnya. Manusia tidak sempurna jadi saat kita tidak terlalu berekspektasi kepada manusia maka kita tidak akan terlalu kecewa.
Penerimaan diri dan ke pasangan dianggap salah satu kunci keberhasilan dalam hubungan. Dari situ, kita bisa bersedia mendukung secara penuh apa yang dilakukan olehnya selama positif. Jadikan kegiatan atau aktivitas menjadi momen penting untuk pasangan agar lebih mengenal masing-masing.
4. Sudah Saling Terbuka dan Jujur soal Latar Belakang
Latar belakang tersebut maksudnya apapun, entah keluarga, diri sendiri, dan lain-lain. Itu perlu, agar tidak menyesal atau bermsalah di belakang. Karena kita tahu ada pasangan yang tidak mau jujur sampai menikah, menyesal pasti akhirnya.
Walaupun menutupi agar pasangan tidak tahu atau tidak kecewa malahan itu membuat hal buruk. Lebih baik di awal bilang apa yang terjadi yang dirasa perlu untuk diketahui walaupun pahit, agar pasangan yang akan kita nikahi tidak menyesal dengan apa yang kita punya dan terjadi. Jangan sampai menyesal karena keegoisan pribadi.
5. Memiliki Kesamaan Nilai atau Visi yang Mau Diperjuangkan Bersama
Hubungan yang kokoh dan langgeng didasari oleh kesamaan visi dan misi dalam mengarungi bahtera. Sehingga kenapa kita perlu berbicara dengan pasangan akan visi dan misi yang dilakukan selama pernikahan, sebelum menikah. Agar tidak menyesal dan kaget dengan perbedaan visi.
Saat memiliki tujuan yang jelas, maka akan memberikan arah yang jelas dalam perjalanan rumah tangga. Ikatan emosional bisa diperkuat dengan adanya kesamaan visi misi. Selain itu, saling mendukung untuk terus bertumbuh, sehingga pernikahan menjadi maju lebih baik.
6. Merasa Aman dan Nyaman saat dengan Pasangan
Jadi nyaman dan aman ini, lebih ke menjadi pribadi diri sendiri atau apa adanya. Saat kita sudah tidak menutupi apa yang kita punya, rasa, maka kita sudah aman dan nyaman dengan pasangan dan itu dibutuhkan oleh semua pasangan. Ini merupakan kebahagiaan yang nyata.
Pondasi ini merupakan pondasi kuat untuk pernikahan yang sehat. Bisa dibilang ini menjadi keberhasilan dan keberlanjutan hubungan rumah tangga. Saat saling nyaman, maka tidak rentan perpisahan. Ikatan yang kuat ini, membuat hubungan menjadi langgeng dan jujur.
7. Saling Percaya dan Menunjukkan Rasa Terima Kasih
Sebagai pasangan, kita harus saling percaya karena dari situ pasangan bisa memberikan yang terbaik untuk pasangannya. Saat pasangan diberikan kepercayaan maka bisa saja amanat itu akan dijalankan dan tidak dilanggar. Secara naluriah pasangan akan memberikan yang terbaik jika dipercaya.
Salah satunya kesetiaan, jika dipercaya maka memberikan yang terbaik. Rasa terima kasih juga diperlukan agar pasangan merasa dihargai dan ada penghargaan disitu. Saat diberikan penghargaan, maka secara tidak langsung pasangan ingin memberikan yang terbaik bagi kita.
8. Menghabiskan Waktu Bersama secara Berkualitas
Ini perlu agar saling mengenal satu sama lain secara dalam dan malah itu melanggengkan hubungan. Saat tahu kekurangan dan kelebihan masing-masing maka ingin saling melengkapi jika sayang. Waktu bersama tersebut, manfaatkan untuk kebahagiaan bersama. Karena itu pondasi kuat.
Saling menghormati juga perlu, karena dari situ kita jadi menghargai apa yang ia punya dan apa keputusan maupun pikirannya. Kebutuhan batin maupun fisik, dan duniawi serta akhirat sangat diperlukan oleh pasangan. Jadi saling menghormati saja.
9. Bisa Berkompromi
Jadi kompromi sangat perlu dalam hubungan. Komitmen, konsisten juga perlu agar keberlangsungan hubungan terus ada. Saat menikah, kita tidak boleh terlalu egois karena kepentingannya sudah bersama, bukan pribadi lagi. Jika masih ingin menang sendiri, maka belum siap berkomitmen dan menjalin hubungan.
Konsekuensi dalam hubungan seperti itu. Saat memilih pasangan maka kita sudah dianggap berkompromi untuk ke hal yang serius. Apalagi kalau sudah menikah, maka kita harus terima konsekuensi untuk berkomitmen dan setia. Tanggung jawab akan pilihannya dan berusaha dewasa.
Jadi, bagaimana? Sudah langgeng kah hubunganmu atau pernikahanmu? Pastikan, pernikahanmu bahagia yah!