Cara Memperkuat Hubungan Pernikahan. Bagaimana Solusinya?

Memperkuat hubungan pernikahan bukanlah perkara mudah. Banyak rintangan agar mahligai rumah tangga tidak ambruk diterpa badai. Apalagi saat ini ancaman perselingkuhan bisa datang dari mana saja.

Entah itu karena sama-sama satu kantor ataupun misalnya saat datang ke reuni sekolah. Satu lagi yang perlu dicermati perselingkuhan tidak hanya dilakukan oleh satu pihak saja. Baik suami maupun istri selalu memiliki kesempatan

Syarat untuk memenuhi Kebutuhan Dasar

Kesadaran pentingnya memperkuat hubungan pernikahan sejatinya sudah harus ada sejak suami mengikrarkan ijab qabul. Pada momen tersebut istri juga harus menyadari bahwa ia sudah tidak lagi milik orang tuanya.

Sebuah hubungan pernikahan akan kuat seandainya sejak awal baik suami maupun istri sama-sama menyadari bahwa hal tersebut adalah syarat dalam pemenuhan kebutuhan dasar semua manusia. Kebutuhan dasar apa yang dimaksud?

Lebih kepada kebutuhan menerima kasih sayang dan perhatian dari satu sama lain. Apabila sejak awal sudah tidak ada kesadaran untuk saling berkasih sayang yang ada hanyalah bencana. Sudah bisa dipastikan hubungan suami istri tanpa kebutuhan dasar seperti kasih sayang.

4 Solusi Memperkuat Hubungan Pernikahan

Apabila saat ini merasa hubungan dengan pasangan sedang tidak baik-baik saja, jangan diam. Cari cara untuk bagiamana memperkuat hubungan pernikahan. Mumpung semuanya belum terlambat. Jangan sampai ketika berujung cerai baru mencari solusinya.

Dalam kesempatan ini direkomendasikan 4 solusi dalam memperkuat hubungan. Dapat dilakukan siap saja tanpa memandang latar belakang agama, sosial, maupun kemampuan finansial suami dan istri:

1. Stabilkan emosi

Sering pastinya mendengar kasus 8 yang diawali kekerasan dalam rumah tangga (KDRT)? Di Jawa Timur misalnya lebih dari 1500 kasus perceraian disebabkan oleh KDRT. Maka di sinilah peran penting kestabilan emosi.

Baca Juga  Rahasia Hubungan Bahagia di Tengah Dunia yang Serba Cepat

Kestabilan emosi dapat diperoleh jika suami ataupun istri saling mengingatkan  dan ketika diingatkan harus bisa menerima dengan lapang dada bukan malah merasa paling benar. Harus ada yang menjadi air dalam rumah tangga dan saling mengisi.

2. Lakukan manajemen konflik

Tidak ada satu hubungan yang selalu berjalan mulus, termasuk pernikahan. Menjadi suami istri bukan berarti masalah selesai. Justru malah mendatangkan masalah-masalah baru yang tak pernah terduga.

Akumulasi dari masalah ini yang kemudian memantik terjadinya konflik antar suami dan istri. Sejatinya pertengkaran dalam rumah tangga bertujuan untuk mendewasakan satu sama lain. Penting untuk bisa melakukan manajeman konflik. Paling mudah? Mengalah.

3. Buat rencana jangka panjang

Sama seperti sebuah bisnis, pernikahan juga harus mempunyai pandangan dan rencana jangka panjang. Komunikasikan dengan pasangan hal apa yang akan dilakukan dalam waktu 5 tahun ke depan, 10 tahun ke depan, atupun 15 tahun setahnya.

Misalnya   mau membuka usaha atau pergi ibadah haji bersama. Membuat rencana jangka panjang ini sekaligus menjadi bukti bahwa pasangan adalah orang yang penting. Dimana setiap pencapaian kita ada berkat dorongan dan motivasinya.

4. Lakukan pengembangan diri

Terakhir sebagai solusi dari mempererat hubungan pernikahan adalah dengan lakukan pengembangan diri. Jangan puas menjadi suami atau istri seperti saat ini. Cobalah untuk ikut seminar atau diskusi.

Cobalah mengubah diri menjadi pasangan terus lebih baik lagi. Sebab pernikahan adalah hubungan yang berjalan seumur hidup, bukan hanya untuk sehari atau dua hari semata. Lakukan bersama sebagai sebuah pasangan saling mencintai.

Penulis: Lukman A. (Talhah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *