Cinta, terujinya di masa-masa tersulit apakah bertahan atau tidak dan setiap pasangan memiliki cobaannya masing-masing. Yang belum berpasangan pun, juga dikasih cobaan berupa cinta yang hadir atau di masa-masa tersulit. Pastinya bertahan jika pantas dipertahankan.
Kadang, kita mencintai seseorang di saat tak terduga atau di masa-masa sulit entah diri kita yang sedang ada di posisi itu atau orang yang kita cintai. Cinta datang, hadir tidak semudah itu tetapi meninggalkannya gampang. Bertahan itu sulit.
Mulai dari Selektif Dulu
Saat kita menentukan apakah orang itu cocok dijadikan pasangan pastikan apakah dia layaj untuk diperjuangkan atau diberi effort oleh kita. Karena banyak kasus yang meninggalkan di tengah jalan karena sudah bosan atau hal sepele yang tidak perlu dipertanyakan.
Sehingga, diseleksi dulu agar kita tidak sia-sia memperjuanngkan orang. Walaupun akhirnya kandas, tetapi setidaknya kita meminimalisir rasa sakit yang ada karena kita sudah kualifikasi dari awal. Bagi yang masih berpikir logika, kita harus bersyukur tidak dipasangkan dengan orang yang tidak tepat.
Selain itu, bagi yang berpatok pada agama maka membersamai orang yang kita cintai atau kita tinggalkan adalah bentuk kasih sayang kepada umatnya. Angggap saja, membantu umat Allah tapi dengan perantatra kita sebagai pembantu.
Di Perjalanan Hidup, Kita Pernah di Masa-masa Tersulit
Pasti, kita setiap orang merasakan yang namanya masa-masa sulit dan kadang kita melewatinya dengan pasangan atau sendiri. Selama masih bisa mengatasi diri sendiri, lebih baik jangan mengandalkan orang karena itu lebih enak dan afdol. Kita perlu dan jadi mandiri.
Titik terendah tersebut, biasanya tampak suram dan gelap sehingga kita butuh support system. Support system, tidak hanya dari manusia saja tapi makhluk hidup lain dan benda tak hidup. Semua bisa dijadikan penyemangat jika kita ingin. Semua kembali kepada pribadi masing-masing.
Dari sini, sering muncul jodoh atau orang yang kita cintai karena keajaiban dari Kuasa kita tidak tahu dan ini berdasarkan riset. Terdengar paradoks, tapi banyak cerita cinta dibalik masa-masa sulit. Jadi kita perlu mengapresiasi cinta yang ada.
Perasaan berada di Titik Terendah
Biasanya, saat seseorang berada di titik terendah maka banyak perasaan negatif yang ada. Mulai dari rasa kesepian, putus asa, atau kegagalan. Jadi butuh seseorang yang hadir secara tidak langsung untuk menghibur atau melengkapi perasaan tersebut.
Dari situ, berfungsi untuk memberikan masukan yang memiliki akal dan berpikir logika. Dari sini, kebijaksanaan ada dan kembali untuk jadi orang bijak. Jodoh bisa saja hadir pada masa-masa tersulit karena sama-sama sudah merasakan kerasnya hidup makanya saling menguatkan.
Saling mendukung, saling memahami, membuat kita lebih berpikiran terbuka dan memanusiakan manusia. Mengenal kelebihan dan kekurangan masing-masing jadi paham akan hubungan mau dibawa kemana beserta visi misi.
Ketika Menghadapi Kesulitan
Saat menghadapi kesulitan, pasti kita menemukan ide-ide kreatif biasanya. Selain itu, kita lebih menghargai perhatian, jadi lebih empati, bersabar, dan ada kejujuran dalam berinteraksi atau melakukan hubungan dengan seseorang.
Titik terendah, membuat kita melalui proses penyembuhan dan pemulihan dari luka-luka yang ada. Saat terpuruk, memang kita mengalami beban emosional dan trauma yang dianggap belum berakhir. Pasangan yang tepat, biasanya muncul di saat-saat tersebut karena ada pada masa-masa terpuruk.
Tetapi tetap, jangan mengandalkan orang lain untuk menyembuhkan atau membantu itu semua karena itu tidak bagus. Kamu tidak mau kan dicap sebagai orang yang meninggalkan dengan cara yang jahat karena sudah sukses nanti? Lebih baik sewajarnya.
Mencari mutiara memang sulit di masa-masa tersulit. Tapi itukah kamu?