Jenis-jenis Hubungan

Jenis-jenis hubungan, tidak hanya melulu masalah percintaan, tetapi hubungan manusia itu sendiri. Ini lebih ke hubungan interpersonal, yang mana tidak berinteraksi pada diri sendiri saja (orang lain). Hubungan yang ada, tidak hanya membahas masalah romantis saja.

Tetapi, lebih ke kepentingan manusia itu sendiri, kenapa melakukan jenis hubungan sosial itu. hubungan, secara general lebih ke keperluan sebagai makhluk sosial, karena kita tidak bisa hidup sendiri tanpa manusia, bantuan orang lain.

Kenali lebih dalam!

1. Hubungan Platonis

Hubungan platonis, adalah hubungan yang mengarah kepada persahabatan, dan bisa dikatakan sangat dekat atau intim. Interaksi ini, tidak melibatkan hubungan seksual, atau hal romantis lainnya. Hubungan ini, bisa dirasakan oleh siapapun, tergantung kita mau kehendaki siapa yang mau dijadikan sahabat.

Jenis hubungan ini, dapat kita temui sehari-hari, dan malah sering kita lihat saat jalan-jalan ke luar. Mulai dari teman, rekan kerja, kelompok, perkumpulan (komunitas), volunteer, dan lain sebgainya itu masuk. Hubungan ini, dianggap mampu menurunkan depresi, kecemasan, dan meningkatkan kekebalan.

2. Hubungan Romantis

Hal ini, sudah tidak familiar lagi, yang mana masuk ke dalam hubungan yang lebih intens dan intim. Maksudnya adalah, jenis hubungan ini lebih banyak menggunakan perasaan, karena ada rasa saling mengasihi disitu.

Hubungan ini, melibatkan perasaan cinta dan ketertarikan kepada orang lain. Hubungan ini, bisa membuat orang tergila-gila akan seseorang, dan semua itu juga didasarkan dengan yang namanya komitmen, ingin bersama. Hubungan jenis ini, bisa dibilang dinamis (sewaktu-waktu berubah).

3. Hubungan Codependent

Maksudnya, adalah lebih ke hubungan yang dianggap kurang seimbang diantara dua orang. Disini, salah satu orang memiliki ketergantungan secara fisik dan emosional kepada yang lain. Jadi, lebih ke hubungan berat di sebelah. Hanya salah satu yang lebih merasa membutuhkan, lainnya tidak.

Baca Juga  Tren Hubungan Virtual di Tahun 2025

Hubungan ini, tidak hanya melulu untuk masalah percintaan, tetapi hubungan yang lain bisa terjadi masalah seperti ini. Ingat, hubungan yang sehat, jika kita bisa berjuang bersama, saling membutuhkan, dan tidak berat sebelah. Karena kunci hubungan langgeng adalah saling mempertahankan.

4. Casual Relationship

Casual relationship, adalah lebih ke hubungan yang melibatkan hubungan seksual, namun tidak memiliki komitmen di dalamnya. Jadi, hubungan ini lebih ke hal yang tabu karena tidak semua orang menerima akan hal itu. Anggap saja, hubungan ini seperti FWB, cinta satu malam, booty calls, dan lain sebagainya.

Selama yang melakukannya memiliki komunikasi yang baik, maka casual relationship ini, dapat berjalan dengan baik, dan dalam waktu lama. Hal ini, memberikan manfaat tersendiri, bagi pelakunya, yang memang lebih menginginkan kepuasan seksual (intim).

5. Open Relationship

Jenis hubungan ini, lebih ke hubungan yang tanpa komitmen penuh, dimana orang yang memilih hubungan ini bisa memiliki hubungan lebih dari satu orang (pasangan). Orang yang terlibat dalam jenis hubungan ini, lebih memberikan izin kepada pasangan untuk berhubungan seks dengan orang lain.

Open relationship, bisa terjadi pada semua orang, bisa kita lihat dalam kencan maupun pernikahan. Ingat, terdapat batasan atau aturan yang ada dalam hubungan ini. Batasan yang ada, harus disetujui oleh orang yang membuat peraturan ini. Pastinya, harus mencapai mufakat.

6. Hubungan Toxic

Ini yang sering kita dengar, bahwa hubungan toxic sering kita lihat, dan kita bisa menilai apakah hubungan itu sehat atau tidak dari ciri-ciri yang ada. Hubungan toxic, sering mengganggu perasaan, fisik, maupun psikologis seseorang, dan ini terlihat dari perilaku yang ada.

Baca Juga  Tanda Hubungan Sehat

Hubungan ini, bisa kita lihat dalam hubungan percintaan, keluarga, pertemanan, atau rekan kerja. Jadi, semua bisa memunculkan potensi ini. Sehingga, pintar-pintarnya kita dalam memberikan solusi. Hubungan toxic, membuat hubungan menjadi tidak puas.

Jadi, hubungan tidak hanya yang baik-baik saja, tetapi buruk juga ada, tergantung kita memilah yang mana. Pastikan, kita memilih yang baik dan benar, dan belajar akan hal itu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *