Bagaimana tidak Marah, jika Hal Negatif Ini Terus Diulang?

Perasaan marah dan jengkel biasanya disebabkan oleh tindakan negatif yang dilakukan oleh seseorang. Dalam pernikahan, tindakan tersebut bisa saja terjadi karena tidak ada pasangan yang sempurna. Sebagai orang yang mencintai pasangannya, Anda tentu tidak ingin membuat suami atau istri marah, bukan?

Maka dari itu, cek beberapa tindakan yang perlu dihindari agar pasangan tidak marah terus menerus.

Tindakan Negatif yang perlu Dihindari ketika Menikah

1. Meremehkan Perasaan

Ada kalanya, pasangan merasa khawatir atau takut akan sesuatu yang bisa jadi belum tentu terjadi. Meskipun terdengar konyol, namun ia tentu memiliki alasan kuat untuk merasa seperti itu. Nah, tugas Anda adalah membenahi cara berpikirnya agar perasaan tersebut bisa berkurang dan bahkan menghilang.

2. Memberi Perintah yang tidak Penting

Saat berkendara, biasanya istri memiliki perasaan khawatir yang berlebihan dibandingkan suami. Terlebih jika sifat istri yang sangat feminim tentu mendorongnya untuk terlalu sering bilang “pelan-pelan” atau “hati-hati” selama berkendara.

3. Menahan Diri untuk tidak terus Memerintah

Meskipun kata-katanya bertujuan baik, namun sebagai suami yang paham aturan berkendara tentu akan merasa jengkel jika mendengar hal tersebut terus menerus. Maka dari itu, cobalah untuk menahan diri agar tidak terus menerus memberi perintah tersebut.

4. Membandingkan Pasangan dengan Orang Tua

Anda tentu menyadari bahwa cara hidup orang tua berbeda dengan pasangan Anda. Bisa jadi ibu Anda bisa membuat masakan yang sangat enak melebihi masakan istri. Atau bapak Anda memiliki harta yang lebih banyak daripada suami.

5. Pasangan Menggoda Lawan Jenis Lain

Ketika sudah menikah, setiap kata-kata dan tindakan romantis hanya boleh ditujukan pada pasangannya saja. Maka, tidak salah jika seseorang marah ketika melihat pasangannya menggoda lawan jenis lainnya. Meskipun dalam konteks bercanda, namun hal tersebut seringkali tidak dapat ditoleransi.

Baca Juga  Untuk Hati yang Tetap Setia, Ada Waktunya Kembali ke Pemiliknya

6. Mengomentari Bentuk Tubuh dengan Nada Negatif

Sudah menjadi hal yang wajar jika bentuk tubuh pasangan, baik suami atau istri, mengalami perubahan setelah beberapa tahun menikah. Ada banyak faktor yang mempengaruhinya, seperti usia, kondisi tubuh, kesibukan, hingga memiliki anak.

7. Mengkritik Mertua

Ketidakcocokan dengan mertua merupakan masalah  yang lumrah dihadapi dalam pernikahan. Karena bagaimanapun juga, budaya, cara mendidik dan gaya hidup orang zaman dahulu berbeda dengan masa kini. Dalam kondisi seperti itu, cobalah tahan diri untuk tidak mengkritik mertua apalagi terlalu pedas.

8. Membeli Barang Tersier secara Diam-diam

Sangat wajar jika suami maupun istri ingin mengenang masa muda mereka masing-masing dengan membeli barang tersier atau barang yang hanya mendukung perasaan senang semata. Namun, karena sudah terikat dalam pernikahan, maka uang yang ada adalah milik bersama.

Itulah sederet tindakan negatif yang bisa memancing perasaan marah pasangan. Maka, upayakan untuk menghindari semua hal negatif tersebut agar kondisi rumah tangga selalu harmonis.

Penulis: Luthfi Anggoro Wibowo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *