3 Fase dalam Hubungan Pernikahan. Mana yang Paling Krusial?

Dalam hubungan bahtera rumah tangga terdapat tiga tahap perkembangan dalam pernikahan. Fase-fase ini tentu tidak hanya menyenangkan tapi juga berbahaya. Salah dalam meng-handle nya, bukan tidak mungkin malah berakhir perceraian.

Hal yang lumrah jika setiap pasangan menginginkan pernikahan yang langgeng hingga ajal menjemput. Saling mencintai, memilki keturunan, dan selalu menghabiskan waktu bersama. Cita-cita sederhana dan dirasa mudah saja untuk mewujudkannya.

Mengapa harus ada Tahapan atau Fase dalam Hubungan Pernikahan?

Sebelum menikah, tentu pasangan kekasih akan menjalani berbagai tahapan. Mulai dari perkenalan satu sama lain, berpacaran, bertunangan, sampai pada akhirnya sepakat untuk menikah. Meski memang ada yang tanpa berpacaran pun tetap melangsungkan perkawinan.

Apa hikmah  dari adanya saling mengenal dan bertunangan sebelum menikah? Beragam jawaban. Satu yang pasti supaya hubungan pernikahan bisa bertahan lama sesuai impian bersama. Maka sama saja sebelum, setelah menikah juga ada perkembangan atau fase tertentu.

Fase-fase ini yang nantinya bakal menentukan mahligai rumah tangga akan berakhir seperti apa. Beragam tahapan ini pula yang menentukan apakah pasangan sudah benar-benar puasa atau tidak. Maka pahami baik-baik seperti apa tahapan atau fase dalam pernikahan.

Tahapan Perkembangan Hubungan dalam Pernikahan

Seperti telah disinggung di awal, bahwa pernikahan bukanlah akhir. Bisa jadi pernikahan adalah awal mula kehidupan baru yang sesungguhnya bagi pasangan dimabuk cinta. Dimana mereka berhadapan dengan problematika yang tak terbayangkan sebelumnya.

Sebagai bekal mengarungi rumah tangga, inilah 3 tahapan perkembangan hubungan dalam pernikahan yang wajib dipahami. Tujuannya jelas, agar segala suka dan duka dapat dilewati bersama.

1. Pengantin baru

Tahapan ini biasnya dialami pasangan di satu tahun pertama pernikahan. Dimana semuanya masih terasa sangat indah. Bisa pergi dari pagi pulang larut malam tanpa dimarahi orang tua hingga bisa menghabiskan waktu di kamar.

Baca Juga  Hubungan tanpa Komunikasi: Apa yang harus Dilakukan?

Pada tahapan ini suatu pasangan ini menyusun rencana masa depan bersama. Mempersiapkan tempat tinggal hingga list tempat-tempat yang ingin dikunjungi berdua. Intinya masa dimana dunia miliki berdua, yang lain ngontrak.

2. Tahap Kebosanan dan Problematika

Bisa dibilang inilah tahapan krusial. Fase menentukan bagi suami dan istri. Ini terjadi biasanya setelah dua hingga tiga tahun pernikahan. Bahkan bisa lebih cepat tergantung sesering apa sebuah pasangan berdebat.

Kalau sudah bosan, siapa yang tanggung jawab. Pada akhirnya, rumah tangga bertahan karena hanya dilandasi komitmen dan sadar diri akan tanggung jawab telah menikahi anak orang. Intinya, kita harus menetap jika masalah masih bisa ditolerir.

3. Tahap Setia/Komitmen

Pada tahap ini seringkali terjadi kebosanan. Entah itu di satu pihak atau bahkan kedua-duanya. Banyak faktor pendorong. Mulai dari karakter asli pasangan yang muncul, keadaan ekonomi, hingga hadirnya orang ketiga

Tahap perkembangan hubungan dalam pernikahan yang terakhir adalah fase setia. Setela melewati masa-masa indah ‘berpacaran’ hingga akhirnya sanggup melewati badai, di fase ini baik istri maupun suami sudah bisa menerima kekurangan masing-masing.

Tentang Pernikahan itu Sendiri

Sudah menyadari bahwa hidup berdua dalam kondisi apapun hingga ajal menjemput adalah takdir. Itulah tahapan perkembangan pernikahan yang semoga saja kita bisa sampai atau berada di tahap ketiga. Anggap saja, yang namanya pernikahan harus dilandasi komitmen.

Mau tidak mau harus bertahan atau seenggaknya menetap, jika dirasa masih bisa dipertahankan. Tetap ingat, bahwa sama seperti hubungan lainnya, pernikahan juga punya potensi bubar. Semakin besar tingkat permasalahannya, jika pasangan salah langkah dalam mengambil keputusan, bahaya.

Menghindari ending buruk dari fase pernikahan, mulailah mengalah dan sering-seringlah berkomunikasi dengan pasangan. Bahkan untuk hal-hal yang sepele atau kecil apapun. Ingat, fase pernikahan juga disibukkan dengan anak dan pekerjaan yang menguras waktu.

Baca Juga  Mengapa Pasangan tidak mau Posting Foto Bersama?

Kepentingan lain, juga menyumbang fase-fase krusial di atas. Jadi hati-hati! dan pandai lah dalam bersikap.

Penulis: Lukman A. (Talhah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *