Cinta dalam Islam Seperti Apa?

Cinta dalam Islam, begitu indah dan dibalut dengan kesetaraan. Hakikat cinta secara terminologi, definisi, dan aksiologi, sudah paham semua. Tetapi, secara Islam apakah tahu? Pada dasarnya Islam itu memiliki nilai-nilai yang luhur dalam hal cinta, agung.

Pemaknaan cinta dalam Islam sendiri, bersifat luas dan bisa dirasakan oleh semua orang. Allah, menjadi Tuhan yang perlu dicinta oleh umatnya, karena kehidupan kita ada di kendali-Nya. Cinta sendiri, sudah dikenal semenjak Nabi Adam A.s dan Siti Hawa bertemu.

Kisah Cinta yang Direkam dalam Ayat Al-Qur’an

Kisah cinta antara Nabi Adam dan Siti Hawa, terekam secara indah di ayat Al-Qur’an yang ada. Kisah cinta ini, abadi dan terekam dalam sejarah dunia. Islam, membahas segala hal secara komprehensif termasuk cinta didalamnya.

Islam sendiri, mengatur cara jatuh cinta yang benar dan siapa yang layak dicintai. Pembahasan lainnya yang lebih kompleks juga ada disini. Banyak kalangan atau tokoh Sufi, yang mendefinisikan agama Islam sebagai agama cinta. Seperti ungkapan Imam Jalaluddin Ar-Rumi:

الحب لا يكتب على الورق ،ﻷن الورق قد يمحوه الزمان ، ولايحفر على الحجر لأن الحجر قد ينكسر ، الحب يوصم في القلب وهكذا يبقى إلى الأبد.

Artinya: “Cinta tidaklah ditulis di atas kertas, karena kertas dapat terhapus oleh waktu, dan tidak pula terukir di atas batu, karena batu dapat pecah. Cinta distigmatisasi di dalam hati, dan tetap abadi selamanya.” (Lihat bab Cinta dalam Kitab Fiihi Maa Fiihi nya Imam Jalaluddin Ar-Rumi)

Para Ulama Mendefinisikan akan Cinta

Terdapat beberapa ulama, yang mendefinisikan cinta, mulai dari pengertian dan macam-macam. Hal ini, sesuai kitab Al-mausuah Al-fiqhiyyah juz 36 hal 186:

مَحَبَّةٌ

التَّعْرِيفُ : الْمَحَبَّةُ فِي اللُّغَةِ: الْمَيْلُ إِلَى الشَّيْءِ السَّارِّ.

“Pengertian cinta secara etimologi yaitu condong ke sesuatu yang berjalan.”

قَالَ الرَّاغِبُ الأَصْفَهَانِيُّ : الْمَحَبَّةُ إِرَادَةُ مَا تَرَاهُ أَوْ تَظُنُّهُ خَيْرًا ،وَهِيَ عَلَى ثَلاثَةِ أَوْجُهٍ : مَحَبَّةٌ لِلَّذَّةٍ كَمَحَبَّةِ الرَّجُلِ لِلْمَرْأَةِ ،وَمَحَبَّةٌ لِلنَّفْعِ كَمَحَبَّةِ شَيْءٍ يُنْتَفَعُ بِهِ ، وَمِنْهُ قَوْله تَعَالَى : { وَأُخْرَى تُحِبُّونَهَا نَصْرٌ مِنَ اللَّهِ وَفَتْحٌ قَرِيبٌ } ،وَمَحَبَّةٌ لِلْفَضْلِ كَمَحَبَّةِ أَهْلِ الْعِلْمِ بَعْضَهُمْ لِبَعْضٍ لأَجْلِ الْعِلْمِ

Baca Juga  Dating Apps Terpopuler di 2024: Mana yang Paling Cocok untuk Anda?

“Imam Ar-Roghib Al-asfahani berkata: Cinta adalah menghendaki atau mengharap pada sesuatu yang kau lihat atau kau menyangka sesuatu tersebut adalah baik, dan cinta terbagi jadi tiga macam:

Cinta yang berkaitan dengan kelezatan atau kenikmatan, bisa kita lihat dalam cintanya dua sejoli antara pria dan wanita. Cinta untuk kemanfaatan, bisa kita lihat dalam sesuatu yang bisa untuk dimanfaatkan. Hal ini, sesuai dengan firman Allah, surat As-Shoff ayat 13:

وَأُخْرَى تُحِبُّونَهَا نَصْرٌ مِنَ اللَّهِ وَفَتْحٌ قَرِيبٌ وَبَشِّرِ الْمُؤْمِنِينَ

Artinya: “Dan (ada lagi) karunia yang lain yang kamu sukai (yaitu) pertolongan dari Allah dan kemenangan yang dekat (waktunya). Dan sampaikanlah berita gembira kepada orang-orang yang beriman.”

Cinta untuk Keutamaan

Cinta untuk keutamaan, dalam Islam bisa dilihat dalam cinta pada ahli ilmu di sebagian ke sebagian yang lain dikarenakan ilmu.

أَنَّ الْمَحَبَّةَ مِنَ الأُمُورِ الْقَلْبِيَّةِ الَّتِي لَيْسَ لِلإِنْسَانِ فِيهَا خِيَارٌ وَلا قُدْرَةٌ لَهُ عَلَى التَّحَكُّمِ فِيهَا

“Sesungguhnya cinta adalah urusan hati yang mana tiada kemampuan bagi manusia untuk memilih dan tiada pula kesanggupan atau kemampuan baginya untuk mengontrol cinta”.

Selain cinta (الحبّ), dalam kitab Al-Mausu’ah Al-fiqhiyyah juz 36 hal 186 juga dijelaskan hubungannya dengan mawaddah (مودّة) dan rindu (العشق) sebagai berikut:

الْمَوَدَّةُ:

الْمَوَدَّةُ فِي اللُّغَةِ: مَحَبَّةُ الشَّيْءِ وَتَمَنِّي كَوْنِهِ ، وَيُسْتَعْمَلُ فِي كُلِّ وَاحِدٍ مِنَ الْمَعْنَيَيْنِ عَلَى أَنَّ التَّمَنِّي يَتَضَمَّنُ مَعْنَى الْوُدِّ ؛ لأَنَّ التَّمَنِّيَ هُوَ تَشَهِّي حُصُولِ مَا تَوَدُّهُ وَمِنْهُ قَوْله تَعَالَى: { وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَوَدَّةً وَرَحْمَةً } .

وَلا يَخْرُجُ مَعْنَاهُ الاصْطِلاحِيُّ عَنْ مَعْنَاهُ اللُّغَوِيِّ . وَالْفَرْقُ بَيْنَ الْمَحَبَّةِ وَالْمَوَدَّةِ ، أَنَّ الْحُبَّ يَكُونُ فِيمَا يُوجِبُهُ مَيْلُ الطِّبَاعِ وَالْحِكْمَةِ جَمِيعًا ، وَالْوُدُّ مِنْ جِهَةِ مَيْلِ الطِّبَاعِ فَقَطْ.

Baca Juga  Status Hubungan dalam Keluarga. Sudahkah Kita Berperan Baik Didalamnya?

وَعَلَى هَذَا فَالْمَحَبَّةُ أَعَمُّ مِنَ الْمَوَدَّةِ

الْعِشْقُ:

الْعِشْقُ فِي اللُّغَةِ : الإِغْرَامُ بِالنِّسَاءِ وَالإِفْرَاطُ فِي الْمَحَبَّةِ .

وَلا يَخْرُجُ الْمَعْنَى الاصْطِلاحِيُّ عَنِ الْمَعْنَى اللُّغَوِيِّ ، وَالصِّلَةُ بَيْنَ الْمَحَبَّةِ وَالْعِشْقِ أَنَّ الْمَحَبَّةَ أَعَمُّ مِنَ الْعِشْقِ.

Ada Mawaddah (Kasih-Sayang)

Mawaddah sendiri, menurut bahasa adalah mencintai sesuatu dan mengharapkan sesuatu. Kedua makna tersebut, digunakan satu sama lain, dimana tamanni (pengharapan) menyimpan makna wudd (cinta).

Tamanni, mengharap wujudnya sesuatu yang dicintai. Hal ini, termasuk adalah firman Allah Swt, yaitu:

وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَوَدَّةً وَرَحْمَةً ۚ . . . لقمان ٢١

Artinya: “Dan menjadikan diantara kalian rasa cinta dan kasih sayang…” (Q.s Luqman ayat 21)

Al-‘isyqu (Rindu)

‘Isyqu (rindu), secara bahasa adalah rasa rindu yang menggebu-gebu pada perempuan dan memiliki cinta lebih. Hubungan antara mahabbah dan isyqu, lebih umum dari pada ‘isyqu. Macam-macam pengertian mahabbah/ cinta bisa dilihat dari kitab As-Syifa (2/390):

اختلف الناس في تفسير محبة الله ، ومحبة النبي – صلى الله عليه وسلم – ، وكثرت عباراتهم في ذلك ، وليست ترجع بالحقيقة إلى اختلاف مقال ، ولكنها اختلاف أحوال :

فقال سفيان : المحبة اتباع الرسول – صلى الله عليه وسلم – ، كأنه التفت إلى قوله – تعالى – : قل إن كنتم تحبون الله فاتبعوني [ آل عمران : 31 ] الآية .

وقال بعضهم : محبة الرسول اعتقاد نصرته ، والذب عن سنته ، والانقياد لها ، وهيبة مخالفته .

وقال بعضهم : المحبة : دوام الذكر للمحبوب .

وقال آخر : إيثار المحبوب .

وقال بعضهم : المحبة الشوق إلى المحبوب .

وقال بعضهم : المحبة مواطأة القلب لمراد الرب ، يحب ما أحب ، ويكره ما كره .

وقال آخر : المحبة ميل القلب إلى موافق له .

وأكثر العبارات المتقدمة إشارة إلى ثمرات المحبة دون حقيقتها .

وحقيقة المحبة الميل إلى ما يوافق الإنسان وتكون موافقته له إما لاستلذاذه بإدراكه ، كحب الصور الجميلة ، والأصوات الحسنة ، والأطعمة ، والأشربة اللذيذة ، وأشباهها مما كل طبع سليم مائل إليها لموافقتها له ، أو لاستلذاذه بإدراكه بحاسة عقله ، وقلبه معاني باطنة شريفة ، كمحبة الصالحين ، والعلماء ، وأهل المعروف المأثور عنهم السير الجميلة ، والأفعال الحسنة ، فإن طبع الإنسان مائل إلى الشغف بأمثال هؤلاء حتى يبلغ التعصب بقوم لقوم ، والتشيع من أمة في آخرين ما يؤدي إلى الجلاء عن الأوطان وهتك الحرم ، واخترام النفوس ، أو يكون حبه إياه لموافقته له من جهة إحسانه له ، وإنعامه عليه ، فقد جبلت النفوس على حب من أحسن إليها.

Baca Juga  Hubungan Sosial yang Baik dengan Pasangan

“Orang-orang berbeda pandangan mengenai rasa cinta kepada Allah, rasa cinta kepada Nabi – shollAllahu ‘alaihi wasallam – beraneka ragam ungkapan mengenai hal ini. secara pasti ungkapan-ungkapan itu tidak kembali pada perbedaan, akan tetapi kembali pada perbedaan keadaan:

Menurut Sufyani

Sufyan, mengatakan bahwa rasa cinta itu, mengikuti Nabi Muhammad SAW. Hal ini, sesuai dengan firman Allah:

قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ . . . ال عمران٣١

“Katakanlah jika kalian mencintai Allah, maka ikutilah aku. Maka Allah akan mencintaimu”. (Q.s Ali ‘Imron ayat 31)

Rasa cinta kepada Nabi, adalah meyakini dalam menolongnya, mempertahankan sunnah, tunduk atau patuh pada sunnah, takut menyelisihinya (tidak sesuai dengannya).

Buah dari cinta sendiri, adalah terus mengingat kekasih, mengutamakan kekasih, kerinduan mendalam kepada kekasih, setuju terhadap kehendak Tuhan tentang mencintai dan dicintai. Hal ini, bukanlah hakikat dari cinta.

Hakikat Cinta

Hakikat dari cinta, adalah lebih ke kecenderungan atau kecondongan sesuai dengan seseorang. Kesesuaian tersebut, ada rasa nikmat yang didapatkan, seperti gambar-gambar indah, suara merdu, makanan dan minuman yang lezat, dan lain-lain

Jadi, sudah paham mengenai hakikat cinta dan arti cinta dalam Islam?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *