Dalam keluarga, juga ada status hubungan. Kita tahu, bahwa status hubungan dalam keluarga lebih valid dan kental. Komponen awal, sebelum melakukan hubungan atau mempunyai status dengan orang lain. Status keluarga, lebih ke anak, ayah, kakak, adik, ibu, dan istri.
Untuk cakupan yang lebih luas, ada saudara, ponakan, cucu, kakek, nenek, dan lain sebagainya. Pastinya, status hubungan ini perlu diketahui agar tidak lupa perannya masing-masing. Keluarga, merupakan satuan kekerabatan yang terdiri dari sekelompok individu dan disatukan oleh Tuhan.
Kalau sudah begitu, apakah kita sudah berperan baik sesuai status yang ada?
Sering Melakukan Quality Time adalah Kunci
Jadi, melakukan quality time (qtime), adalah kunci agar kedekatan selalu ada dan hangat. Semakin dekat dengan keluarga, maka hubungan yang dihasilkan juga langgeng. Keluarga jadi erat, dan rasa aman semakin ada (terpupuk dengan rata).
Bisa dimulai, dengan membuat jadwal untuk kumpul keluarga dan melakukan kegiatan apa. Waktu khusus ini, diharapkan lenggang banyak karena tidak asal kumpul-kumpul saja, tapi menanamkan chemistry yang ada.
Family time, bisa dilakukan di rumah maupun di luar rumah (seperti jalan-jalan). Liburan sederhana tidak apa-apa, terpenting ada kualitas disitu dan tujuan liburan terlaksana dengan baik. Liburan, bisa dilakukan setiap bulan.
Kiat-kiat Hubungan Keluarga tetap Langgeng
Terdapat kiat-kiat, yang bisa dilakukan untuk menjaga hubungan keluarga tetap awet:
1. Makan bersama
Entah malam, siang, pagi, tetap sempatkan untuk makan bersama. Karena dari sini, kedekatan masih ada walaupun ngobrol-ngobrol sebantar. Bagus, jika semua waktu makan bisa berkumpul bersama lengkap. Hindari penggunaan gadget dan kegiatan lain, agar kegiatan menjadi produktif.
2. Membersihkan rumah bersama
Membersihkan rumah bersama, juga bisa dilakukan. Dengan melakukan piket harian atau bulanan bisa dilakukan, sebisanya, tergantung kebutuhan rumah tangga. Karena dari sini, kita akan tahu kekompakan dan cara kerja masing-masing. Sehingga, secara tidak langsung kita mendidik anak dengan baik.
3. Mendukung satu sama lain
Dalam artian, mendukung apa kelebihan yang dimiliki setiap individu dalam rumah (keluarga) tersebut. Saat apa yang dilakukan baik, maka dukung. Kita, dari sini bisa terbuka dan semakin dekat dengan anggota keluarga, karena tahu apa yang mereka mau. Dari sini rasa nyaman muncul.
4. Lakukan Istirahat (Me Time)
Jangan salah, bahwa agar peran kita maksimal harus kumpul bersama terus. Padahal, kalau kita tahu ternyata memiliki waktu sendiri saat di rumah juga termasuk memenuhi peranmu sebagai anggota keluarga. Anggota keluarga, perlu mencharge apa yang sudah ada dan sedang dilakukan agar bahagia.
5. Berkumpul dengan keluarga lain
Ternyata, berkumpul dengan keluarga lain juga juga perlu dilakukan dan termasuk sudah memenuhi peran kita sebagai keluarga. Jadi, bisa dengan melakukan family gathering dengan keluarga teman, tetangga, dan lain-lain. Ikatan antar keluarga, semakin erat.
Tentang Keluarga
Keluarga, adalah tempat pertama kita dalam membentuk kepribadian. Psikologis anak, dimulai dari sini dan hubungan keluarga yang baik pasti memunculkan bibit-bibit unggul yang baik pula. Hubungan orang tua dan anak yang akur, membuat ikatan rumah tangga jadi baik.
Untuk menjadi keluarga yang harmonis, diperlukan yang namanya effort atau kiat-kiat dalam membangun rumah tangga yang baik. Kita perlu mempelajari peran individu di dalam keluarga agar tepat dalam penempatan. Jadi, pasti ada waktu akan hal itu.
Terdapat, beberapa tanda yang bisa mengindikasikan bahwa hubungan keluarga sehat atau tidak. Berikut, poin-poinnya:
1. Komunikasi yang baik dan benar (efektif)
2. Peran orang tua maupun anak jelas.
3. Dukungan keluarga selalu ada, dalam hal kebaikan
4. Saling bersama dan berbagi, dalam suka maupun duka
5. Mempunyai cinta yang tulus di masing-masing individu
6. Nyaman saat bercerita, dan tidak ada yang ditutup-tutupi
Jadi, kisi-kisi di atas bisa membantu kamu untuk mewujudkan keluarga yang langgeng.